Bawaslu Kota Banjarmasin Hadir di Kampus STIMI, Perkuat Kesadaran Demokrasi Mahasiswa
|
Banjarmasin — Upaya menjaga demokrasi terus dilakukan melalui pendekatan kolaboratif dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk lingkungan akademik. Hal tersebut tercermin dalam kegiatan diskusi konsolidasi demokrasi Bawaslu Kota Banjarmasin bersama mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Indonesia (STIMI) Banjarmasin yang dilaksanakan pada Rabu (13/5/2026) di Kampus STIMI Banjarmasin.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama yang sebelumnya telah terjalin melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara STIMI Banjarmasin dan Bawaslu Kota Banjarmasin. Diskusi konsolidasi demokrasi menjadi salah satu bentuk implementasi kolaborasi tersebut dalam memperkuat pendidikan demokrasi di kalangan mahasiswa.
Dalam diskusi tersebut, Bawaslu memperkenalkan nilai-nilai demokrasi sekaligus memperluas pemahaman mahasiswa mengenai peran pengawasan yang tidak hanya berlangsung saat tahapan pemilu. Mahasiswa diajak memahami bahwa demokrasi membutuhkan partisipasi aktif masyarakat agar tetap sehat dan berkelanjutan.
Ketua Bawaslu Kota Banjarmasin, Muhammad Fachrizannor, menjelaskan bahwa Bawaslu memiliki posisi strategis dalam sistem demokrasi Indonesia.
“Bawaslu merupakan salah satu lembaga penting dalam sistem demokrasi Indonesia. Keberadaan Bawaslu memiliki posisi strategis sebagai pengawas independen yang bertugas memastikan proses pemilu berjalan sesuai aturan hukum dan prinsip-prinsip demokrasi,” jelasnya.
Sementara itu, Anggota Bawaslu Kota Banjarmasin, Fata Nugraha Robbyan, menegaskan makna demokrasi sebagai sistem pemerintahan yang berangkat dari kehendak rakyat.
“Demokrasi yang baik adalah demokrasi yang dijalankan berdasarkan kehendak rakyat, sebagaimana kata demokrasi berasal dari kata demos dan crator yang berarti pemerintahan oleh rakyat,” ungkapnya.
Melalui diskusi ini, Bawaslu Kota Banjarmasin menegaskan bahwa pelaksanaan tugas pengawasan tidak hanya dilakukan pada masa pemilu, tetapi juga melalui penguatan kesadaran demokrasi di tengah masyarakat, khususnya generasi muda di lingkungan kampus.
Kehadiran Bawaslu di kampus diharapkan mampu membuka ruang dialog yang konstruktif antara lembaga negara dan mahasiswa, sehingga demokrasi tidak hanya dipahami sebagai prosedur elektoral, melainkan sebagai nilai yang terus dijaga melalui partisipasi aktif masyarakat.
Sinergi antara Bawaslu dan dunia akademik menjadi langkah strategis untuk memastikan demokrasi tetap hidup, berkembang, dan relevan dengan kehidupan masyarakat sehari-hari.