Perkuat Pengawasan Partisipatif, Bawaslu Kota Banjarmasin Terima Audiensi Strategis KOHATI
|
BANJARMASIN, 22 April 2026 — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Banjarmasin menerima audiensi Pengurus Korps HMI-Wati (KOHATI) HMI Cabang Banjarmasin sebagai langkah memperkuat pengawasan partisipatif, khususnya melalui peningkatan peran perempuan dan generasi muda dalam menjaga kualitas demokrasi.
Pertemuan yang berlangsung di Kantor Bawaslu Kota Banjarmasin tersebut menjadi ruang diskusi strategis terkait upaya meningkatkan literasi politik masyarakat. Dalam audiensi ini, KOHATI Cabang Banjarmasin memaparkan gagasan Sekolah Politik Perempuan, sebuah program edukasi yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman perempuan terhadap hak politik, proses demokrasi, serta mekanisme pengawasan pemilu.
Anggota Bawaslu Kota Banjarmasin, Barkatullah Amin, S.Pd., M.A., menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang dihadirkan KOHATI. Menurutnya, pengawasan partisipatif tidak dapat berjalan optimal tanpa keterlibatan aktif masyarakat, termasuk perempuan sebagai bagian penting dari komunitas sosial.
“Kami menyambut baik kehadiran rekan-rekan KOHATI. Bawaslu Kota Banjarmasin sangat terbuka untuk berkolaborasi dalam program edukasi seperti Sekolah Politik Perempuan. Partisipasi perempuan dan pemuda menjadi kekuatan penting sebagai perpanjangan tangan pengawasan partisipatif guna meminimalisir potensi pelanggaran di lapangan,” ujar Barkatullah Amin.
Selain program edukasi politik, kedua pihak juga mendiskusikan peluang kerja sama dalam Pelatihan Kepemimpinan Pengawas, yang diharapkan mampu melahirkan kader perempuan yang memiliki kapasitas kepemimpinan sekaligus pemahaman pengawasan demokrasi.
Ketua Umum KOHATI HMI Cabang Banjarmasin, Anisa Razak Khairina, menegaskan bahwa perempuan tidak hanya memiliki peran sebagai pemilih, tetapi juga sebagai aktor penting dalam menjaga integritas pemilu.
“Kami ingin perempuan di Banjarmasin tidak hanya hadir saat memilih, tetapi juga menjadi pengawas yang aktif. Melalui kolaborasi dengan Bawaslu, kami berharap kader perempuan dapat mengambil peran strategis dalam menjaga kualitas demokrasi di kota ini,” ungkap Anisa.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen Bawaslu Kota Banjarmasin dalam membangun ekosistem pengawasan partisipatif yang inklusif. Melalui pendekatan edukatif dan kolaboratif, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa pengawasan pemilu merupakan tanggung jawab bersama demi menjaga hak demokrasi warga.
Pertemuan diakhiri dengan rencana komunikasi lanjutan untuk mematangkan teknis pelaksanaan program serta mengeksplorasi berbagai kegiatan edukasi lainnya yang dapat memperkuat kesadaran politik masyarakat di Kota Banjarmasin.
Penulis dan Foto: humas
Editor: iqin