Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu RI Perkuat Peran Perempuan Pengawas Pemilu Wujudkan Ekosistem Pemilu Inklusif dan Anti Kekerasan

Bawaalu ri

Jakarta - Bawaslu Kota Banjarmasin Mengikuti Kegiatan Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia (Bawaslu RI)  Rapat Koordinasi Konsolidasi Perempuan Pengawas Pemilu dan Masyarakat Sipil dengan tema “Mewujudkan Ekosistem Pemilu Inklusif, Anti Kekerasan, dan Berbasis Transformasi Digital” pada 21–23 Desember 2025 di Grand Mercure Jakarta Kemayoran.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Sekretariat Bawaslu Kota Banjarmasin Murdianti sebagai perwakilan perempuan, Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja pada Minggu (21/12/2025). Konsolidasi ini diikuti oleh perempuan pengawas pemilu dari seluruh Indonesia, meliputi Ketua dan Anggota Bawaslu Provinsi serta Kabupaten/Kota, unsur sekretariat, dan kepala bagian/subbagian perempuan.

Dalam sambutannya, Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja, Perempuan bisa dengan bebas mengungkapkan pendapat tanpa terhalang apapun baik dalam acara pleno maupun di lapangan. Kami tidak mengharapkan lagi serangan atau batasan yang dialami oleh teman teman perempuan yang hadir disini. Saya berharap SRIKANDI Pemilu disini bisa lebih erat silaturahminya, woman support woman. Sekali lagi kami ucapkan selamat kepada SRIKANDI Pengawas Pemilu, selamat berinteraksi dan merayakan hari ibu esok hari. Semoga di tahun 2029, 30% keterwakilan Pengawas Pemilu dapat tercapai di semua wilayah. Semoga acara kita memberikan banyak manfaat, ruang keterbukaan wawasan, dan acara ini berjalan lancar.

Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat kapasitas perempuan pengawas pemilu dan membangun sinergi dengan masyarakat sipil dalam menciptakan pemilu yang inklusif, ramah disabilitas, ramah perempuan, serta bebas dari kekerasan, termasuk kekerasan berbasis gender dan kekerasan seksual. Selain itu, konsolidasi ini juga mendorong pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) secara bertanggung jawab dalam pengawasan pemilu.

Diskusi dilaksanakan secara mendalam melalui tiga kelas tematik, yaitu Pelindungan Anak dan Penguatan Kepemimpinan Perempuan dalam Pemilu, Penghormatan, Pelindungan, dan Pemenuhan Hak Disabilitas dan Lansia, serta Optimalisasi Teknologi Digital dan AI dalam Pengawasan Pemilu Inklusif dan Anti Kekerasan. Para peserta mengikuti diskusi secara aktif bersama narasumber dari kementerian/lembaga, akademisi, media, serta organisasi masyarakat sipil.

Melalui konsolidasi ini, Bawaslu RI berharap terbangun jejaring kolaboratif dan komitmen bersama untuk memperkuat pengawasan pemilu yang inklusif, meningkatkan sensitivitas terhadap isu kerentanan, serta merumuskan rekomendasi strategis guna mendukung penyelenggaraan pemilu yang aman, adil, dan setara bagi seluruh warga negara.