Bawaslu Kota Banjarmasin Ikuti Peringatan HUT ke-18 Bawaslu RI Secara Daring, Momentum Refleksi Perjalanan Pengawasan Pemilu
|
Banjarmasin, 9 April 2026 — Bawaslu Kota Banjarmasin mengikuti peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia yang diselenggarakan secara nasional melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen seluruh pengawas pemilu dalam menjaga kualitas demokrasi di Indonesia.
Peringatan HUT ke-18 Bawaslu RI tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga ruang evaluasi perjalanan panjang lembaga pengawasan pemilu yang terus berkembang mengikuti dinamika demokrasi nasional. Seluruh jajaran Bawaslu di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut secara daring.
Dalam sambutannya, Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja, menyoroti perjalanan historis pengawasan pemilu di Indonesia yang telah mengalami berbagai fase perubahan. Ia menjelaskan bahwa sistem pengawasan pemilu bermula dari pembentukan Panitia Pengawas Pelaksanaan Pemilu (Panwaslak) yang bersifat sementara sebagai respons terhadap kebutuhan pengawasan yang lebih terstruktur pada masa itu.
Seiring perkembangan demokrasi, mekanisme pengawasan pemilu semakin diperkuat. Pada akhir era reformasi, lembaga pengawas mulai dibentuk secara berjenjang dari tingkat pusat hingga kecamatan dengan melibatkan unsur independen dari kalangan akademisi, hakim, serta masyarakat sipil. Peran pengawas pada masa tersebut mencakup pengawasan tahapan pemilu, penanganan sengketa, hingga penerusan pelanggaran kepada aparat penegak hukum.
Perubahan signifikan terjadi ketika Bawaslu resmi menjadi lembaga permanen pada tahun 2007, menandai babak baru pengawasan pemilu yang lebih mandiri dan profesional. Penguatan kelembagaan terus berlanjut melalui regulasi berikutnya yang menetapkan Bawaslu provinsi dan kabupaten/kota sebagai lembaga permanen dalam sistem penyelenggaraan pemilu di Indonesia.
Rahmat Bagja menegaskan bahwa usia delapan belas tahun Bawaslu mencerminkan perjalanan panjang penuh tantangan dan pembelajaran organisasi.
“Bawaslu tidak terbentuk secara instan, tetapi tumbuh melalui proses sejarah yang panjang dan dinamika demokrasi yang terus berkembang,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan bahwa pada masa awal pembentukannya, Bawaslu menghadapi berbagai keterbatasan sarana dan dukungan kelembagaan. Namun, melalui kerja kolektif dan dedikasi seluruh jajaran, Bawaslu mampu berkembang menjadi institusi pengawas pemilu yang semakin kuat dan dipercaya masyarakat.
Melalui peringatan HUT ke-18 ini, Bawaslu Kota Banjarmasin menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pengawasan partisipatif, meningkatkan profesionalitas kelembagaan, serta menjaga integritas demokrasi melalui pengawasan pemilu yang transparan dan akuntabel.
Penulis dan Foto: Putri
Editor: Iqin