Lompat ke isi utama

Berita

Ngopi Demokrasi Bersama Generasi Muda, Bawaslu Kota Banjarmasin Perkuat Ruang Dialog Partisipatif

op

Banjarmasin – Bawaslu Kota Banjarmasin turut berpartisipasi dalam kegiatan Ngopi Demokrasi yang diselenggarakan di halaman teras Kantor Bawaslu Provinsi Kalimantan Selatan. Kegiatan ini menghadirkan suasana diskusi yang santai, hangat, dan interaktif sebagai upaya memperkuat pemahaman demokrasi di kalangan generasi muda. Melalui konsep dialog terbuka, peserta diajak berdiskusi mengenai berbagai isu kepemiluan, pengawasan partisipatif, serta pentingnya menjaga kualitas demokrasi.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Anggota Bawaslu Provinsi Kalimantan Selatan Koordinator Divisi SDM, Organisasi, Pendidikan dan Pelatihan (SDMO & Diklat), Desrizal RRD, Anggota KPU Provinsi Kalimantan Selatan, Fahmi Falaisopa, serta rekan-rekan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kalimantan Selatan. Kehadiran para narasumber dan peserta dari berbagai latar belakang menciptakan ruang diskusi yang dinamis, sehingga berbagai perspektif mengenai demokrasi dapat disampaikan secara terbuka.

Dalam suasana yang penuh keakraban, peserta berdiskusi mengenai pentingnya peran generasi muda dalam menjaga integritas demokrasi, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta menghadapi tantangan penyelenggaraan pemilu di era digital. Dialog yang berlangsung tidak hanya menjadi sarana berbagi informasi, tetapi juga mendorong lahirnya gagasan dan solusi untuk memperkuat budaya demokrasi yang sehat dan partisipatif.

Bawaslu Kota Banjarmasin memandang bahwa kegiatan seperti ini menjadi salah satu bentuk pendidikan politik yang efektif karena mampu mendekatkan penyelenggara pemilu dengan masyarakat, khususnya kalangan muda. Selain memperluas pemahaman tentang pengawasan partisipatif, forum ini juga menjadi wadah untuk menyerap aspirasi, kritik, dan masukan yang konstruktif demi peningkatan kualitas demokrasi di Kalimantan Selatan.

Melalui kegiatan Ngopi Demokrasi, Bawaslu Kota Banjarmasin menegaskan komitmennya untuk terus mendukung terciptanya ruang-ruang dialog yang inklusif, edukatif, dan kolaboratif. Diharapkan sinergi antara penyelenggara pemilu, organisasi kemahasiswaan, dan masyarakat dapat terus terjalin guna memperkuat partisipasi publik serta mewujudkan demokrasi yang berintegritas, berkualitas, dan berkepercayaan publik.