Lompat ke isi utama

Berita

Muhammad Yasar Dorong Pengawasan Partisipatif sebagai Upaya Pencegahan Pelanggaran Pemilu

te

Banjarmasin, 9 Juni 2026 – Anggota Bawaslu Kota Banjarmasin, Muhammad Yasar, memberikan materi pencegahan dalam Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) yang diselenggarakan Bawaslu Kota Banjarmasin. Melalui sesi tersebut, peserta dibekali pemahaman mengenai pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mencegah potensi pelanggaran sejak dini.

Muhammad Yasar menjelaskan bahwa pengawasan pemilu tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat. Menurutnya, semakin banyak masyarakat yang memahami aturan kepemiluan, semakin besar peluang terciptanya pemilu yang berintegritas.

“Pengawasan partisipatif merupakan salah satu kekuatan dalam menjaga kualitas demokrasi. Kehadiran masyarakat yang peduli terhadap setiap tahapan pemilu akan menjadi langkah awal dalam mencegah berbagai bentuk pelanggaran,” ujar Muhammad Yasar.

Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa pencegahan menjadi pendekatan yang selalu dikedepankan oleh Bawaslu. Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi, pendidikan politik, koordinasi dengan para pemangku kepentingan, hingga pemetaan potensi kerawanan pada setiap tahapan pemilu.

Peserta juga diajak memahami bahwa pencegahan tidak selalu dilakukan melalui tindakan formal, tetapi dapat dimulai dari lingkungan sekitar, seperti menyampaikan informasi yang benar, mengingatkan sesama masyarakat agar tidak terlibat politik uang, serta membangun budaya demokrasi yang sehat.

“Kami berharap peserta P2P menjadi perpanjangan tangan Bawaslu di tengah masyarakat. Mulailah dari hal sederhana, seperti selalu memeriksa fakta sebelum menyebarkan informasi, mengedukasi lingkungan sekitar, dan mengajak masyarakat bersama-sama mengawasi jalannya demokrasi,” tambahnya.

Melalui materi tersebut, Bawaslu Kota Banjarmasin berharap peserta mampu menjadi agen pengawasan partisipatif yang aktif dalam mencegah terjadinya pelanggaran pemilu sekaligus memperkuat budaya demokrasi yang berintegritas.