Lompat ke isi utama

Berita

Kolaborasi dengan Fakultas Hukum ULM, Bawaslu Kota Banjarmasin Sosialisasikan Lomba Debat Penegakan Hukum Pemilu VI

ty

Banjarmasin – Bawaslu Kota Banjarmasin terus memperluas kolaborasi dengan kalangan akademik sebagai bagian dari upaya meningkatkan partisipasi generasi muda dalam isu kepemiluan. Salah satunya melalui sosialisasi Kompetisi Lomba Debat Penegakan Hukum Pemilu VI Antar Perguruan Tinggi Se-Indonesia kepada perwakilan dosen Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat, Rabu (1/7/2026).

Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan kompetisi yang diselenggarakan oleh Bawaslu RI sekaligus membuka ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, argumentasi hukum, dan kepemimpinan dalam bidang kepemiluan.

Dalam sosialisasi tersebut, Ketua Bawaslu Kota Banjarmasin, Muhammad Fachrizanoor, memaparkan latar belakang penyelenggaraan lomba, persyaratan peserta, mekanisme pendaftaran, tahapan kompetisi, hingga sistem penilaian. Menurutnya, kompetisi ini bukan sekadar ajang adu argumentasi, tetapi juga wadah bagi mahasiswa untuk menghadirkan gagasan yang konstruktif terhadap berbagai persoalan kepemiluan.

“Kami berharap mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat dapat berpartisipasi aktif dan menjadi bagian dari generasi yang mampu memberikan gagasan serta solusi terhadap berbagai isu kepemiluan melalui kompetisi ini,” ujar Fachrizanoor.

Sosialisasi turut dihadiri oleh Anggota Bawaslu Kota Banjarmasin Fata Nugraha Robbyan, jajaran Sekretariat Bawaslu Kota Banjarmasin, serta perwakilan dosen Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat, Anang Shophan Tornado.

Melalui koordinasi dengan perguruan tinggi, Bawaslu Kota Banjarmasin berharap semakin banyak mahasiswa yang terlibat dalam ruang-ruang diskusi akademik mengenai penegakan hukum pemilu. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat budaya berpikir kritis sekaligus mendorong lahirnya gagasan yang mendukung penyelenggaraan pemilu yang berintegritas.

Bagi Bawaslu Kota Banjarmasin, perguruan tinggi merupakan mitra strategis dalam membangun partisipasi publik berbasis pengetahuan. Karena itu, sinergi dengan civitas akademika akan terus diperkuat sebagai bagian dari upaya menghadirkan demokrasi yang semakin berkualitas.