Lompat ke isi utama

Berita

Kick Off P2P, Anggota Bawaslu RI Ajak Generasi Muda Menjadi Penggerak Demokrasi

gf

BANJARMASIN, 2 Juni 2026 – Bawaslu Provinsi Kalimantan Selatan menggelar kegiatan Kick Off Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) sebagai langkah awal memperkuat pengawasan partisipatif menjelang tahapan Pemilu. Kegiatan ini diikuti oleh berbagai unsur, mulai dari mahasiswa, komunitas, hingga mitra strategis Bawaslu sebagai bagian dari upaya membangun budaya pengawasan yang melibatkan masyarakat.

Dalam sambutannya, Anggota Bawaslu RI mengajak generasi muda untuk mengambil peran aktif dalam menjaga demokrasi. Menurutnya, anak muda tidak cukup hanya menjadi pengamat atau pemberi komentar, tetapi perlu hadir sebagai bagian dari solusi melalui keterlibatan nyata dalam mengawal setiap proses demokrasi.

“Jangan jadi penonton, jadilah gladiator. Yang ikut turun ke gelanggang, ikut menjaga proses, mengawal, memperbaiki, dan mencarikan solusi terbaik,” pesannya di hadapan peserta P2P.

Ia menilai generasi muda memiliki posisi strategis karena tumbuh di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang begitu cepat. Kemampuan beradaptasi dengan ruang digital menjadi modal penting untuk membangun kesadaran demokrasi sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam mengawasi penyelenggaraan Pemilu.

Lebih lanjut, Anggota Bawaslu RI menjelaskan bahwa perkembangan teknologi telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi, membangun opini, hingga berpartisipasi dalam kehidupan sosial. Oleh karena itu, ruang digital perlu dimanfaatkan secara bertanggung jawab sebagai sarana edukasi, penyebaran informasi yang benar, serta penguatan pengawasan partisipatif.

Melalui Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P), Bawaslu berharap lahir semakin banyak generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap demokrasi, berani menyuarakan kebenaran, serta aktif berkontribusi dalam menjaga integritas Pemilu.

Kegiatan Kick Off P2P ini menjadi awal dari rangkaian pendidikan pengawasan partisipatif yang bertujuan memperluas keterlibatan masyarakat dalam mengawal proses demokrasi. Dengan semangat kolaborasi, Bawaslu berharap pengawasan Pemilu tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara, tetapi juga menjadi gerakan bersama seluruh elemen masyarakat.