Politik Uang Masih Dianggap Wajar, Bawaslu Ajak Masyarakat Bangun Kesadaran Demokrasi
|
Banjarmasin — Upaya membangun kesadaran masyarakat terhadap bahaya politik uang terus dilakukan Bawaslu Kota Banjarmasin melalui kegiatan Konsolidasi Demokrasi yang dilaksanakan bersama guru-guru TPQ di TPQ Al Khairy Sungai Andai, Jumat (22/5/2026).
Diskusi tersebut mengangkat tema legitimasi “serangan fajar” atau politik uang pada masa tahapan pemilu antara realitas sosial dan idealisme demokrasi. Dalam suasana diskusi yang santai namun terbuka, peserta membahas bagaimana praktik politik uang masih kerap dianggap sebagai hal biasa di tengah masyarakat.
Koordinator Divisi SDM dan Diklat Bawaslu Kota Banjarmasin, Akhmad Asysyauri, menjelaskan bahwa pengawasan pemilu tidak hanya berfokus pada penindakan pelanggaran, tetapi juga membangun kesadaran publik agar potensi pelanggaran dapat dicegah sejak awal.
Menurutnya, politik uang menjadi salah satu persoalan yang perlu dipahami tidak hanya dari sisi aturan, tetapi juga dari kondisi sosial yang terjadi di masyarakat.
Dalam diskusi tersebut, para peserta menyampaikan bahwa banyak masyarakat menerima pemberian menjelang pemilu bukan semata karena ingin melanggar aturan, melainkan dipengaruhi kondisi ekonomi yang sulit serta kurangnya pemahaman tentang dampak jangka panjang terhadap kualitas demokrasi.
Karena itu, peserta diskusi menilai pendekatan pendidikan dan penyadaran secara perlahan menjadi langkah yang lebih memungkinkan dilakukan di lingkungan masyarakat.
Sebagai guru TPQ, para ustadzah juga menyampaikan bahwa mereka memiliki tanggung jawab moral untuk menanamkan nilai kejujuran dan tanggung jawab dalam memilih kepada santri maupun wali santri melalui kegiatan pengajian dan pembelajaran sehari-hari.
Diskusi tersebut turut menegaskan bahwa upaya pencegahan politik uang tidak dapat hanya mengandalkan penegakan hukum, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat dalam menjaga nilai kejujuran dan kepedulian terhadap proses demokrasi di lingkungan masing-masing.
Melalui kegiatan konsolidasi demokrasi ini, Bawaslu Kota Banjarmasin berharap ruang-ruang diskusi bersama masyarakat dapat terus memperkuat pengawasan partisipatif dan membangun kesadaran bahwa menjaga kualitas demokrasi merupakan tanggung jawab bersama.